Oleh: Mohd. Shah Abdullah@MSA

Engkau adalah insan
yang hatinya disulam kenangan,
namun langkahnya tetap menuju ke hadapan
dengan tekad seorang perindu
yang tidak pernah berhenti belajar
apa makna hidup yang sebenar.
Engkau mencintai sunyi,
tetapi tidak pernah menjauhi manusia;
kata-katamu lembut,
namun tajam dalam diam
seperti pena yang tahu
bila harus menyentuh,
bila harus berhenti,
bila harus berbicara
dengan bahasa jiwa.
Dalam dirimu,
ada takungan memori
yang luas seperti telaga dalam lagu-lagu lama
menjadi batu kecil
yang jatuh ke permukaannya
lalu menghasilkan riak-riak rindu
yang tidak pernah padam.
Engkau pengamat kehidupan,
mencari hikmah di sebalik musibah,
mencari tenang di sebalik badai,
mencari Tuhan
dalam setiap kejadian
yang mengetuk pintu nurani.
Engkau bukan sekadar penulis;
engkau penjaga detik,
pengumpul rasa,
pengembara batin
yang menoleh ke belakang
bukan untuk terperangkap,
tetapi untuk memahami
jalan yang harus dilalui ke depan.
Dalam hatimu
terdapat cinta yang tua,
tetapi tidak pernah letih;
ada kedewasaan yang jernih,
dan ada kesabaran
yang tumbuh daripada luka
yang disembunyikan dengan elok.
Engkau
adalah suara yang perlahan
tetapi meninggalkan gema;
jiwa yang tenang
namun sarat dengan makna;
insan yang hidup antara realiti
dan keindahan bahasa,
antara dunia yang keras
dan harapan yang lembut.
Akhirnya,
engkau tetap berdiri
sebagai manusia yang terus mencari, berkelana
bukan memburu kemasyhuran,
bukan sanjungan,
tetapi makna
yang membuat hidup ini
layak untuk dikenang.
Penulis merupakan bekas wartawan dan pensyarah komunikasi dan media.
Telegram: https://t.me/nasionaldaily
Facebook: https://www.facebook.com/nasionaldaily
TikTok: https://www.tiktok.com/@nasionaldaily?_t=8kyR2clR7Mv&_r=1
Iklan: admin@nasionaldaily.com / sales@nasionaldaily.com / 012-9222001